|
Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT, di akhir kegiatan tahun anggaran 2009 Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama menyelenggarakan Rapat Evaluasi Produk Sistem Kediklatan yang bertempat di Hotel Panorama Regency Batam dari tanggal 5 s.d. 8 Desember 2009 berjalan sebagaimana yang diprogramkan.
Rapat evaluasi produk sistem ini secara resmi dibuka oleh Bapak Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama Drs.H. Asmu'i, SH.,M.Hum. Kegiatan evaluasi ini diawali dengan pengarahan program kegiatan, arah dan tujuan oleh Pgs. Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Ibu Hj. Siti Maryam, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan ini Ibu Kapusdiklat menyampaikan paparan terkait Paradigma Baru Kediklatan (new paradigm of training) yang menjadi kebijakan Bapak Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. Dr. H. Atho Mudzhar untuk diimplementasikan seluruh Balai Diklat Keagamaan seluruh Indonesia sebagai UPT kediklatan, bahwa pada tahun 2009 perlu dilakukan langkah-langkah penting seiring dengan meningkatnya tuntutan kediklatan dengan melancarkan paradigma baru kediklatan melalui diversifikasi bentuk diklat. Pertama, melanjutkan dan memantapkan diklat reguler (tatap muka). Kedua, meningkatkan jumlah, sarana, dan kualitas penyelenggaraan Diklat di Tempat Kerja (DTTK). Ketiga, mengembangkan Diklat Jarak jauh (DJJ). Keempat, optimalisasi kerjasama dengan pihak terkait, dan kelima pemberdayaan KKG, MGMP, KKM sebagai model diklat yang terencana.
Pada Rapat Evaluasi ini, Kepala Kanwil Dep. Agama Prop. Kepulauan Riau Bapak Drs. H. Razali Jaya berkesempatan memberikan kata sambutan yang diakhiri dengan sebuah pantun. Selanjutnya Bapak Sekretaris menekankan tentang pentingnya koordinasi lintas sektoral antara Balai Diklat Keagamaan dengan pihak terkait, termasuk Balai Tekkom setempat dalam penyelenggaraan DJJ, selain juga koordinasi lintas sektoral dengan para stakeholder guna mengembangkan diservikasi diklat melalui KKG, MGMP, dan KKM. Para peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Kepala Seksi Tenaga Teknis Keagamaan, Widyaiswara Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan dan Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan seluruh Indonesia seluruhnya berjumlah 50 orang. Rapat kali ini terbagi dalam tiga komisi, pertama Diklat Jarak Jauh (DJJ), kedua Diklat di Tempat Kerja (DTTK), dan terakhir Pemberdayaan Diklat melalui Kerjasama. Terkait dengan DJJ yang dibahas oleh Komisi I membagi bahasan dalam dua hal, pertama Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan DJJ, dan kedua Telaahan Produk Sistem DJJ. Ada empat produk sistem yang menjadi kajian pada kesempatan tersebut yaitu:
- Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Diklat Jarak Jauh (DJJ) bagi Pegawai Tenaga Teknis Keagamaan (Nomor: BD/21/2009).
- Pedoman Penyelenggaran Diklat Jarak jauh (DJJ) Tenaga Teknis Keagamaan di Lingkungan Departemen Agama (Nomor: BD/38/2009).
- Petunjuk Penerbitan Surat Keterangan Diklat Jarak Jauh (DJJ) Tenaga Teknis Keagamaan (Nomor: BD/78/2009).
- Panduan Monitoring dan Evaluasi Diklat Jarak jauh (DJJ) Tenaga Teknis Keagamaan (Nomor: BD/85/2009).
Guna memantapkan hasil bahasan komisi DJJ, dilakukanlah rapat pleno yang menghasilkan beberapa bahan masukan guna perbaikan diklat di masa datang diantaranya:
- Pembuatan desain pembelajaran DJJ yang kurang dari enam bulan.
- Perlunya penambahan pusat-pusat pembelajaran selain Balai Diklat Keagamaan.
- Balai diklat perlu meningkatkan sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan DJJ bagi tutor maupun peserta DJJ.
- Balai diklat perlu meningkatkan koordinasi lintas sektoral dengan pihak terkait.
- Balai diklat perlu memperbanyak sosialisasi DJJ di wilayah kerjanya.
- Perlunya pemantapan literasi komputer bagi peserta DJJ
- Mengusulkan kepada Pustekkom untuk memasukkan Balai Diklat Keagamaan dan pusat-pusat pembelajaran dalam Zona Kantor Jaringan Pendidikan Nasional.
- Sinkronisasi pelaksanaan DJJ dengan tayangan TVE
Di akhir kegiatan, hasil rapat komisi-komisi diserahkan ketua komisi kepada Ketua Panitia Penyelenggara Bapak Drs. H.A.M. Khaolani, M.Pd. Kemudian dilanjutkan dengan penutupan kegiatan. (Ir)
|